Catatan ini yang menuliskan apa yang terjadi dalam hidup ini, tidak hanya tentang hidupku namun kehidupan lain yang akan memberikan kita sebuah inspirasi untuk tetap dapat selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup ini...
Saturday, 29 May 2010
Tuesday, 27 April 2010
Bahagia....
Sulit untuk didefinisikan arti dari bahagia. Mengapa? Karena tidak semua orang bahagia dan belum tentu dengan kondisi yang sebenarnya baik menurut orang lain, seseorang itu sudah merasakan bahagia. Sebagai contoh, seorang yang bekerja dengan penghasilan yang tinggi belum tentu bahagia, seorang yang cukup secara materi belum tentu bahagia, seseorang yang memiliki pasangan yang cantik atau tampan terkadang belum tentu bahagia. Lantas bahagia itu seperti apa? Bahagia merupakan sebuah kondisi dimana seseorang merasa sudah terasa tercukupi dan merasa bahwa hidup ini adalah sesuatu yang harus disyukuri.
Lalu banyak orang bertanya, “Dimana aku harus mencari kebahagiaan?”. Sebenarnya bukan dimana bahagia itu ada tapi kita sendirilah yang harus mencari kebahagiaan itu karena dengan mencari kebahagiaan kita sendiri maka kita akan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapatkan.
Apakah bahagia itu butuh pengorbanan? Tidak, karena untuk mencapai bahagia kita hanya dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan pilihan itu kadang membuat kita merasakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan kita harus berkorban.
Sulit untuk bisa mendapatkan makna sebenarnya, karena banyak orang yang hidup sederhana dan merasa bahagia tapi banyak orang yang sudah berkecukupan namun tidak merasa bahagia.
Sebenarnya dalam hidup ini banyak sekali orang yang berkorban bukan untuk kebahagiannya namun berkorban demi kebahagiaan orang lain. Berkorban demi orang yang dicintai atau berkorban demi sebuah kondisi dimana tidak ada pilihan. Kondisi ini lebih kepada situasi dimana kita memiliki pasangan. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mampu memberikan kebahagiaan kepada pasangan kita? Atau kita hanya baru sebatas melakukan kewajiban kita tanpa kita tahu bahwa apakah pasangan kita bahagia atau tidak?
Yang sangat ironis dalam hidup ini adalah ketika seseorang tidak mampu membahagiakan orang yang dicintainya namun merasa sudah memberikan yang terbaik dalam hidup ini…….semoga kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang semu.
Lalu banyak orang bertanya, “Dimana aku harus mencari kebahagiaan?”. Sebenarnya bukan dimana bahagia itu ada tapi kita sendirilah yang harus mencari kebahagiaan itu karena dengan mencari kebahagiaan kita sendiri maka kita akan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapatkan.
Apakah bahagia itu butuh pengorbanan? Tidak, karena untuk mencapai bahagia kita hanya dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan pilihan itu kadang membuat kita merasakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan kita harus berkorban.
Sulit untuk bisa mendapatkan makna sebenarnya, karena banyak orang yang hidup sederhana dan merasa bahagia tapi banyak orang yang sudah berkecukupan namun tidak merasa bahagia.
Sebenarnya dalam hidup ini banyak sekali orang yang berkorban bukan untuk kebahagiannya namun berkorban demi kebahagiaan orang lain. Berkorban demi orang yang dicintai atau berkorban demi sebuah kondisi dimana tidak ada pilihan. Kondisi ini lebih kepada situasi dimana kita memiliki pasangan. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mampu memberikan kebahagiaan kepada pasangan kita? Atau kita hanya baru sebatas melakukan kewajiban kita tanpa kita tahu bahwa apakah pasangan kita bahagia atau tidak?
Yang sangat ironis dalam hidup ini adalah ketika seseorang tidak mampu membahagiakan orang yang dicintainya namun merasa sudah memberikan yang terbaik dalam hidup ini…….semoga kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang semu.
Tuesday, 13 April 2010
Pernikahan
Saat aku selesai membeli pepes belut dan seketika ayahku bercerita tentang hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Ayahku menjelaskan bahwa pernikahan itu sesuatu yang indah namun terkadang pernikahan yang berakhir dengan perceraian tidak selalu karena kesalahan istri atau pasangan kita namun lebih utama kepada diri kita sebagai seorang imam dalam sebuah keluarga.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
Sunday, 14 March 2010
Doa Seorang Ibu Penjual Nasi
Sore yang gelap ketika hujan akan turun dan aku pun masih fokus untuk mengerjakan semua perbandingan data antara dua mesin server di sebuah gedung di Kebon Sirih. Saat sore tiba dan aku pun belum makan sejak pagi benar-benar membuatku lapar dan lemas hingga ketika semua sudah selesai, kulangkahkan kakiku keluar gedung menuju suatu tempat dimana aku biasa makan bersama klienku ini.
BaRel atau Bawah Rel adalah tempat dimana aku makan ketika aku sedang melakukan pekerjaan di sebuah gedung di Kebon Sirih. "Ibu, nasi warasnya satu ya", pesanku kepada ibu penjual nasi. Aku biasa makan diwarung ibu penjual nasi waras (sebutanku sebagai pengganti nama sebuah makanan yaitu nasi gila). Tidak terasa aku sering makan ditempat ini hingga akhirnya ibu penjual nasi ini kenal denganku padahal aku bukanlah karyawan disekitar wilayah tersebut, namun intensitasku untuk ke tempat tersebut cukup sering karena pekerjaanku yang mengharuskan aku berkunjung ke kebon sirih :)
Sungguh nikmat makan di saat lapar, hingga ketika selesai aku masih meminum sedikit demi sedikit teh manis yang sangat panas. Baru 2 teguk aku minum dan ketika itu aku menerima telepon dan harus kembali ke kantor. Berikut ini adalah pembicaraanku dengan sang ibu penjual nasi sebelum aku pergi :
Aku : Ibu, berapa semuanya?
Ibu : Sepuluh ribu saja..loch kok kenapa teh manisnya tidak dihabiskan?gak enak ya?
Aku : Enak kok bu (dengan sangat yakin aku menjawab). :D
Ibu : Terus kenapa tidak habis?
Aku : Maaf ibu, aku buru-buru..Aku baru saja terima telepon dan harus segera pergi.
Ibu : Ya sudah, ibu bungkuskan teh manisnya ya?masih banyak loch, kamu kan cari uang gak mudah masa sekarang kamu buang begitu saja?Ibu tahu kamu pasti kerja keras untuk mencari uang.
Aku : iya bu, bolehlah dibungkuskan. Aku juga masih mau meminumnya namun aku buru-buru.
Ibu : Iya sudah sekarang akan ibu bungkus nanti kamu minum ya di kantor.
Aku : Iya bu pastilah, apalagi tadi ibu memberikan nasihat yang luar biasa untuk saya
Ibu : Ini sudah ibu bungkuskan teh manismu.
Aku : Ibu, terima kasih yach.
Ibu : Iya sama-sama, ibu cuma bisa berdoa semoga kamu bisa menjadi bos dan orang yang sukses.
Aku : Amin Ya Allah...Terima Kasih.(Aku pergi meninggalkan ibu tersebut dan ibu tersebut hanya tersenyum)
Sore itu aku benar-benar merasakan ketulusan doa seseorang untukku, aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT bahwa aku diberikan kesempatan untuk kehidupan di dunia yang singkat dan indah ini.
Semoga doa ibu penjual nasi tersebut dikabulkan oleh Allah SWT..Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta Beserta Isinya ini... :)
BaRel atau Bawah Rel adalah tempat dimana aku makan ketika aku sedang melakukan pekerjaan di sebuah gedung di Kebon Sirih. "Ibu, nasi warasnya satu ya", pesanku kepada ibu penjual nasi. Aku biasa makan diwarung ibu penjual nasi waras (sebutanku sebagai pengganti nama sebuah makanan yaitu nasi gila). Tidak terasa aku sering makan ditempat ini hingga akhirnya ibu penjual nasi ini kenal denganku padahal aku bukanlah karyawan disekitar wilayah tersebut, namun intensitasku untuk ke tempat tersebut cukup sering karena pekerjaanku yang mengharuskan aku berkunjung ke kebon sirih :)
Sungguh nikmat makan di saat lapar, hingga ketika selesai aku masih meminum sedikit demi sedikit teh manis yang sangat panas. Baru 2 teguk aku minum dan ketika itu aku menerima telepon dan harus kembali ke kantor. Berikut ini adalah pembicaraanku dengan sang ibu penjual nasi sebelum aku pergi :
Aku : Ibu, berapa semuanya?
Ibu : Sepuluh ribu saja..loch kok kenapa teh manisnya tidak dihabiskan?gak enak ya?
Aku : Enak kok bu (dengan sangat yakin aku menjawab). :D
Ibu : Terus kenapa tidak habis?
Aku : Maaf ibu, aku buru-buru..Aku baru saja terima telepon dan harus segera pergi.
Ibu : Ya sudah, ibu bungkuskan teh manisnya ya?masih banyak loch, kamu kan cari uang gak mudah masa sekarang kamu buang begitu saja?Ibu tahu kamu pasti kerja keras untuk mencari uang.
Aku : iya bu, bolehlah dibungkuskan. Aku juga masih mau meminumnya namun aku buru-buru.
Ibu : Iya sudah sekarang akan ibu bungkus nanti kamu minum ya di kantor.
Aku : Iya bu pastilah, apalagi tadi ibu memberikan nasihat yang luar biasa untuk saya
Ibu : Ini sudah ibu bungkuskan teh manismu.
Aku : Ibu, terima kasih yach.
Ibu : Iya sama-sama, ibu cuma bisa berdoa semoga kamu bisa menjadi bos dan orang yang sukses.
Aku : Amin Ya Allah...Terima Kasih.(Aku pergi meninggalkan ibu tersebut dan ibu tersebut hanya tersenyum)
Sore itu aku benar-benar merasakan ketulusan doa seseorang untukku, aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT bahwa aku diberikan kesempatan untuk kehidupan di dunia yang singkat dan indah ini.
Semoga doa ibu penjual nasi tersebut dikabulkan oleh Allah SWT..Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta Beserta Isinya ini... :)
Tuesday, 9 March 2010
Belajar memahami walaupun sulit dimengerti...
Aku benar-benar bingung dan terjebak dalam sebuah keadaan dimana aku tidak bisa mengerti mengapa bisa seperti itu?Padahal aku tidak melakukan sebuah kejahatan namun aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya aku tahu bahwa apa yang sebenarnya terjadi bukanlah salahku namun sebuah kecurangan yang ditimpakan kepadaku.
Aku lupa bahwa hal terpenting ketika ada suatu masalah adalah bukan hasil akhir yang harus dimengerti namun harus bisa memahami apa yang sedang terjadi, karena dengan memahami kita akan bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda bukan dengan cara-cara yang subjektif.
Hingga kini aku tetap belajar memahami hingga akhirnya aku mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan yang terbaik dalam hidup ini adalah bisa menerima semuanya dengan ikhlas dan sabar serta yakin bahwa kesempatan itu selalu ada. Tetaplah tersenyum, karena hidup ini terlalu singkat jika kamu hanya bersedih.
Aku lupa bahwa hal terpenting ketika ada suatu masalah adalah bukan hasil akhir yang harus dimengerti namun harus bisa memahami apa yang sedang terjadi, karena dengan memahami kita akan bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda bukan dengan cara-cara yang subjektif.
Hingga kini aku tetap belajar memahami hingga akhirnya aku mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan yang terbaik dalam hidup ini adalah bisa menerima semuanya dengan ikhlas dan sabar serta yakin bahwa kesempatan itu selalu ada. Tetaplah tersenyum, karena hidup ini terlalu singkat jika kamu hanya bersedih.
Monday, 8 March 2010
Sabar itu tidak terbatas kawan……
Pernahkah anda mendengar bahwa sabar itu ada batasnya?tentu pernah pastinya. Ketika anda mendengar itu bisa dipastikan orang yang mengatakan hal itu sedang dipenuhi oleh emosi yang memuncak, sehingga tidak bisa menerima kenyataan bahwa yang sedang dihadapinya adalah bagian dari kehidupan ini.
Ada kisah unik, seorang ibu yang memiliki anak “kebutuhan khusus” harus berjuang sejak anaknya dilahirkan dari rahimnya lalu ketika tumbuh anak tersebut berbeda dengan anak lainnya pada umumnya. Anaknya menderita autis, dan tumbuh dengan baik namun terkadang anak tersebut sering membuat ulah yang menurutku jika kita tidak mampu mengatur kesabaran diri mungkin akan terjadi kekerasan secara fisik terhadap anak tersebut. Apakah ibu tersebut mengeluh?Jawabannya tidak. Siang dan malam ibu tersebut menerima dengan ikhlas apa yang terjadi pada anaknya.
Iya sederhana sekali sebenarnya prinsip hidup ini yaitu kesabaran adalah buah dari keikhlasan. Jika kita mampu ikhlas menerima semua apa yang terjadi dengan lapang dada, pastinya sikap sabar akan selalu ada setelah keikhlasan menerima apapun yang terjadi.
Sabar itu tidak hanya di lakukan ketika menerima musibah saja namun juga harus di lakukan pada waktu diberikan kesenangan. Karena ujian Allah itu tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, namun terdapat juga dalam kesenangan, kebanyakan orang justru lalai menjalankan sabar bila di beri kesenangan.
Ketika seseorang sudah merasa menjalankan kewajibannya dengan baik, terkadang orang tersebut lupa akan arti ikhlas dan sabar. Sehingga ketika dihadapkan kepada sebuah kenyataan bahwa ia telah lalai menjalankan kewajibannya, sering sekali lupa akan kesabaran dan hanya meluapkan emosi kepada orang lain.
Coba renungkan firman Allah SWT berikut:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Ada kisah unik, seorang ibu yang memiliki anak “kebutuhan khusus” harus berjuang sejak anaknya dilahirkan dari rahimnya lalu ketika tumbuh anak tersebut berbeda dengan anak lainnya pada umumnya. Anaknya menderita autis, dan tumbuh dengan baik namun terkadang anak tersebut sering membuat ulah yang menurutku jika kita tidak mampu mengatur kesabaran diri mungkin akan terjadi kekerasan secara fisik terhadap anak tersebut. Apakah ibu tersebut mengeluh?Jawabannya tidak. Siang dan malam ibu tersebut menerima dengan ikhlas apa yang terjadi pada anaknya.
Iya sederhana sekali sebenarnya prinsip hidup ini yaitu kesabaran adalah buah dari keikhlasan. Jika kita mampu ikhlas menerima semua apa yang terjadi dengan lapang dada, pastinya sikap sabar akan selalu ada setelah keikhlasan menerima apapun yang terjadi.
Sabar itu tidak hanya di lakukan ketika menerima musibah saja namun juga harus di lakukan pada waktu diberikan kesenangan. Karena ujian Allah itu tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, namun terdapat juga dalam kesenangan, kebanyakan orang justru lalai menjalankan sabar bila di beri kesenangan.
Ketika seseorang sudah merasa menjalankan kewajibannya dengan baik, terkadang orang tersebut lupa akan arti ikhlas dan sabar. Sehingga ketika dihadapkan kepada sebuah kenyataan bahwa ia telah lalai menjalankan kewajibannya, sering sekali lupa akan kesabaran dan hanya meluapkan emosi kepada orang lain.
Coba renungkan firman Allah SWT berikut:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Sunday, 7 March 2010
Janur Kuning
Entah apa yang sebenarnya ada dibenak ini ketika tahu bahwa selama perjalanan dari rumah menuju tempat resepsi teman yang menikah, ada 17 buah Janur Kuning yang aku lihat dan aku hitung sejak janur kuning pertama yang aku lihat dekat rumahku. Iya janur kuning sebagai sebuah ungkapan kebahagiaan akan sebuah ikatan yang sakral yaitu pernikahan.
Janur kuning yang melengkung dan menjulang tinggi ke atas, sungguh indah dan menawan hati karena bentuk dan warnanya yang sangat khas. Aku tidak tahu janur ini melambangkan apa dalam sebuah pernikahan?atau hanya sebuah tanda bahwa sedang diadakan resepsi pernikahan…hehe.
Apakah pernikahan seindah warna janurnya?Jawaban yang hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang sudah menikah tentunya. Namun aku sebagai seorang pria yang akan menikah nantinya memiliki opini bahwa pernikahan itu tidak indah namun sangat indah sekali.
Mengapa menikah itu sangat indah sekali?
Pertama : Menikah itu ibadah
Kedua : Dibutuhkan keberanian untuk dapat melamar gadis yang kita cintai. (karena tidak semua pria memiliki keberanian untuk memiliki komitmen seumur hidup)
Ketiga : Menikah itu harus siap lahir dan batin.
Lalu mengapa janur itu sangat indah sekali?
Pertama : Janur itu sebuah rangkaian sama seperti hidup penuh dengan rangkaian ujian dan cobaan.
Kedua : Janur berwana kuning, malam atau siang warna ini akan tetap terlihat sama seperti pernikahan, sekarang atau nanti sama saja.
Ketiga : Rangkaian yang kuat dan kokoh menunjukan bahwa diterjang angin pun akan tetap berdiri kecuali angin topan dan angin puyuh…hehehehe.
Ketika janur kuning telah berdiri tegak menjulang keatas, hanya ada sebuah keyakinan bahwa pernikahan adalah gerbang kehidupan selanjutnya. Untukku pernikahan adalah gerbang untuk menyempurnakan agamaku, menjadi Imam yang baik untuk istriku, menjadi Ayah yang baik dan tentunya selalu menjadi Suami yang baik, perhatian dan penuh tanggung jawab secara lahiriyah dan batiniyah terhadap istri.
Janur kuning yang melengkung dan menjulang tinggi ke atas, sungguh indah dan menawan hati karena bentuk dan warnanya yang sangat khas. Aku tidak tahu janur ini melambangkan apa dalam sebuah pernikahan?atau hanya sebuah tanda bahwa sedang diadakan resepsi pernikahan…hehe.
Apakah pernikahan seindah warna janurnya?Jawaban yang hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang sudah menikah tentunya. Namun aku sebagai seorang pria yang akan menikah nantinya memiliki opini bahwa pernikahan itu tidak indah namun sangat indah sekali.
Mengapa menikah itu sangat indah sekali?
Pertama : Menikah itu ibadah
Kedua : Dibutuhkan keberanian untuk dapat melamar gadis yang kita cintai. (karena tidak semua pria memiliki keberanian untuk memiliki komitmen seumur hidup)
Ketiga : Menikah itu harus siap lahir dan batin.
Lalu mengapa janur itu sangat indah sekali?
Pertama : Janur itu sebuah rangkaian sama seperti hidup penuh dengan rangkaian ujian dan cobaan.
Kedua : Janur berwana kuning, malam atau siang warna ini akan tetap terlihat sama seperti pernikahan, sekarang atau nanti sama saja.
Ketiga : Rangkaian yang kuat dan kokoh menunjukan bahwa diterjang angin pun akan tetap berdiri kecuali angin topan dan angin puyuh…hehehehe.
Ketika janur kuning telah berdiri tegak menjulang keatas, hanya ada sebuah keyakinan bahwa pernikahan adalah gerbang kehidupan selanjutnya. Untukku pernikahan adalah gerbang untuk menyempurnakan agamaku, menjadi Imam yang baik untuk istriku, menjadi Ayah yang baik dan tentunya selalu menjadi Suami yang baik, perhatian dan penuh tanggung jawab secara lahiriyah dan batiniyah terhadap istri.
Subscribe to:
Posts (Atom)