Sulit untuk didefinisikan arti dari bahagia. Mengapa? Karena tidak semua orang bahagia dan belum tentu dengan kondisi yang sebenarnya baik menurut orang lain, seseorang itu sudah merasakan bahagia. Sebagai contoh, seorang yang bekerja dengan penghasilan yang tinggi belum tentu bahagia, seorang yang cukup secara materi belum tentu bahagia, seseorang yang memiliki pasangan yang cantik atau tampan terkadang belum tentu bahagia. Lantas bahagia itu seperti apa? Bahagia merupakan sebuah kondisi dimana seseorang merasa sudah terasa tercukupi dan merasa bahwa hidup ini adalah sesuatu yang harus disyukuri.
Lalu banyak orang bertanya, “Dimana aku harus mencari kebahagiaan?”. Sebenarnya bukan dimana bahagia itu ada tapi kita sendirilah yang harus mencari kebahagiaan itu karena dengan mencari kebahagiaan kita sendiri maka kita akan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapatkan.
Apakah bahagia itu butuh pengorbanan? Tidak, karena untuk mencapai bahagia kita hanya dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan pilihan itu kadang membuat kita merasakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan kita harus berkorban.
Sulit untuk bisa mendapatkan makna sebenarnya, karena banyak orang yang hidup sederhana dan merasa bahagia tapi banyak orang yang sudah berkecukupan namun tidak merasa bahagia.
Sebenarnya dalam hidup ini banyak sekali orang yang berkorban bukan untuk kebahagiannya namun berkorban demi kebahagiaan orang lain. Berkorban demi orang yang dicintai atau berkorban demi sebuah kondisi dimana tidak ada pilihan. Kondisi ini lebih kepada situasi dimana kita memiliki pasangan. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mampu memberikan kebahagiaan kepada pasangan kita? Atau kita hanya baru sebatas melakukan kewajiban kita tanpa kita tahu bahwa apakah pasangan kita bahagia atau tidak?
Yang sangat ironis dalam hidup ini adalah ketika seseorang tidak mampu membahagiakan orang yang dicintainya namun merasa sudah memberikan yang terbaik dalam hidup ini…….semoga kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang semu.
Catatan ini yang menuliskan apa yang terjadi dalam hidup ini, tidak hanya tentang hidupku namun kehidupan lain yang akan memberikan kita sebuah inspirasi untuk tetap dapat selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup ini...
Tuesday, 27 April 2010
Tuesday, 13 April 2010
Pernikahan
Saat aku selesai membeli pepes belut dan seketika ayahku bercerita tentang hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Ayahku menjelaskan bahwa pernikahan itu sesuatu yang indah namun terkadang pernikahan yang berakhir dengan perceraian tidak selalu karena kesalahan istri atau pasangan kita namun lebih utama kepada diri kita sebagai seorang imam dalam sebuah keluarga.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
Subscribe to:
Posts (Atom)