Sunday, 14 March 2010

Doa Seorang Ibu Penjual Nasi

Sore yang gelap ketika hujan akan turun dan aku pun masih fokus untuk mengerjakan semua perbandingan data antara dua mesin server di sebuah gedung di Kebon Sirih. Saat sore tiba dan aku pun belum makan sejak pagi benar-benar membuatku lapar dan lemas hingga ketika semua sudah selesai, kulangkahkan kakiku keluar gedung menuju suatu tempat dimana aku biasa makan bersama klienku ini.

BaRel atau Bawah Rel adalah tempat dimana aku makan ketika aku sedang melakukan pekerjaan di sebuah gedung di Kebon Sirih. "Ibu, nasi warasnya satu ya", pesanku kepada ibu penjual nasi. Aku biasa makan diwarung ibu penjual nasi waras (sebutanku sebagai pengganti nama sebuah makanan yaitu nasi gila). Tidak terasa aku sering makan ditempat ini hingga akhirnya ibu penjual nasi ini kenal denganku padahal aku bukanlah karyawan disekitar wilayah tersebut, namun intensitasku untuk ke tempat tersebut cukup sering karena pekerjaanku yang mengharuskan aku berkunjung ke kebon sirih :)

Sungguh nikmat makan di saat lapar, hingga ketika selesai aku masih meminum sedikit demi sedikit teh manis yang sangat panas. Baru 2 teguk aku minum dan ketika itu aku menerima telepon dan harus kembali ke kantor. Berikut ini adalah pembicaraanku dengan sang ibu penjual nasi sebelum aku pergi :
Aku : Ibu, berapa semuanya?
Ibu : Sepuluh ribu saja..loch kok kenapa teh manisnya tidak dihabiskan?gak enak ya?
Aku : Enak kok bu (dengan sangat yakin aku menjawab). :D
Ibu : Terus kenapa tidak habis?
Aku : Maaf ibu, aku buru-buru..Aku baru saja terima telepon dan harus segera pergi.
Ibu : Ya sudah, ibu bungkuskan teh manisnya ya?masih banyak loch, kamu kan cari uang gak mudah masa sekarang kamu buang begitu saja?Ibu tahu kamu pasti kerja keras untuk mencari uang.
Aku : iya bu, bolehlah dibungkuskan. Aku juga masih mau meminumnya namun aku buru-buru.
Ibu : Iya sudah sekarang akan ibu bungkus nanti kamu minum ya di kantor.
Aku : Iya bu pastilah, apalagi tadi ibu memberikan nasihat yang luar biasa untuk saya
Ibu : Ini sudah ibu bungkuskan teh manismu.
Aku : Ibu, terima kasih yach.
Ibu : Iya sama-sama, ibu cuma bisa berdoa semoga kamu bisa menjadi bos dan orang yang sukses.
Aku : Amin Ya Allah...Terima Kasih.(Aku pergi meninggalkan ibu tersebut dan ibu tersebut hanya tersenyum)

Sore itu aku benar-benar merasakan ketulusan doa seseorang untukku, aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT bahwa aku diberikan kesempatan untuk kehidupan di dunia yang singkat dan indah ini.

Semoga doa ibu penjual nasi tersebut dikabulkan oleh Allah SWT..Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta Beserta Isinya ini... :)

No comments:

Post a Comment