Monday, 8 March 2010

Sabar itu tidak terbatas kawan……

Pernahkah anda mendengar bahwa sabar itu ada batasnya?tentu pernah pastinya. Ketika anda mendengar itu bisa dipastikan orang yang mengatakan hal itu sedang dipenuhi oleh emosi yang memuncak, sehingga tidak bisa menerima kenyataan bahwa yang sedang dihadapinya adalah bagian dari kehidupan ini.

Ada kisah unik, seorang ibu yang memiliki anak “kebutuhan khusus” harus berjuang sejak anaknya dilahirkan dari rahimnya lalu ketika tumbuh anak tersebut berbeda dengan anak lainnya pada umumnya. Anaknya menderita autis, dan tumbuh dengan baik namun terkadang anak tersebut sering membuat ulah yang menurutku jika kita tidak mampu mengatur kesabaran diri mungkin akan terjadi kekerasan secara fisik terhadap anak tersebut. Apakah ibu tersebut mengeluh?Jawabannya tidak. Siang dan malam ibu tersebut menerima dengan ikhlas apa yang terjadi pada anaknya.

Iya sederhana sekali sebenarnya prinsip hidup ini yaitu kesabaran adalah buah dari keikhlasan. Jika kita mampu ikhlas menerima semua apa yang terjadi dengan lapang dada, pastinya sikap sabar akan selalu ada setelah keikhlasan menerima apapun yang terjadi.

Sabar itu tidak hanya di lakukan ketika menerima musibah saja namun juga harus di lakukan pada waktu diberikan kesenangan. Karena ujian Allah itu tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, namun terdapat juga dalam kesenangan, kebanyakan orang justru lalai menjalankan sabar bila di beri kesenangan.

Ketika seseorang sudah merasa menjalankan kewajibannya dengan baik, terkadang orang tersebut lupa akan arti ikhlas dan sabar. Sehingga ketika dihadapkan kepada sebuah kenyataan bahwa ia telah lalai menjalankan kewajibannya, sering sekali lupa akan kesabaran dan hanya meluapkan emosi kepada orang lain.

Coba renungkan firman Allah SWT berikut:

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

No comments:

Post a Comment