Saat aku selesai membeli pepes belut dan seketika ayahku bercerita tentang hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Ayahku menjelaskan bahwa pernikahan itu sesuatu yang indah namun terkadang pernikahan yang berakhir dengan perceraian tidak selalu karena kesalahan istri atau pasangan kita namun lebih utama kepada diri kita sebagai seorang imam dalam sebuah keluarga.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
No comments:
Post a Comment