Aku kangen akan kesabarannya
Aku merindukan tatapannya
Aku ingin selalu ada untuknya
Oh Mamaku aku sangat merindukan saat aku kecil....
Saat dimana aku selalu ada dirumah untuk bisa membantumu
Aku kangen momentum itu
Catatan ini yang menuliskan apa yang terjadi dalam hidup ini, tidak hanya tentang hidupku namun kehidupan lain yang akan memberikan kita sebuah inspirasi untuk tetap dapat selalu bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup ini...
Tuesday, 30 November 2010
Wednesday, 24 November 2010
Jalan hidupku
Sore ini, sejenak aku berpikir di sebuah gedung yang sangat tinggi ini. Entahlah apa yang ada di benak ini. Aku hanya berpikir tentang diriku dan masa depanku serta orang-orang yang aku cintai.
Ada banyak hal dalam hidup ini yang sudah terlewati selama 2 tahun ini. Kisah kasih kasih di rumah, kisah cerita bersama teman hingga kisah percintaan yang entah jelas akan kemana.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya sedang ku alami. Yang jelas aku bukanlah seorang anak kecil yang tak tahu harus kemana. Aku adalah seorang Pria Dewasa yang sedang mencari arti kehidupan ini sesungguhnya.
Kisah yang telah terlewati sungguh tak ternilai. Yang aku butuhkan bukan sekedar RESOLUSI tapi REVOLUSI dalam hidupku. Ini adalah jalan hidupku dan aku hanyalah manusia yang berusaha dan terus berdoa untuk jadi yang terbaik.
Ada banyak hal dalam hidup ini yang sudah terlewati selama 2 tahun ini. Kisah kasih kasih di rumah, kisah cerita bersama teman hingga kisah percintaan yang entah jelas akan kemana.
Aku tak tahu apa yang sebenarnya sedang ku alami. Yang jelas aku bukanlah seorang anak kecil yang tak tahu harus kemana. Aku adalah seorang Pria Dewasa yang sedang mencari arti kehidupan ini sesungguhnya.
Kisah yang telah terlewati sungguh tak ternilai. Yang aku butuhkan bukan sekedar RESOLUSI tapi REVOLUSI dalam hidupku. Ini adalah jalan hidupku dan aku hanyalah manusia yang berusaha dan terus berdoa untuk jadi yang terbaik.
Monday, 1 November 2010
Ibu
IIbuku sayang…
Malam tiba dan aku pun masih berkutat dengan pekerjaan. Entah mengapa ketika ku jauh dari rumah, aku selalu ingat tentang ibu. Tentang kasih sayang dan nasehatnya.
Wanita yang mulia dalam hidup ini adalah ibu…..
Ibu, entah apa yang dapat aku lakukan untuk membalas semuanya. Ingin aku selalu ada untukmu. Ibu, aku anakmu yang selalu ingat kepadamu, kapan pun dan dimana pun.
Ibu, saat aku kecil kau selalu ada untukku. Ketika aku sedih, kau selalu menghibur. Ketika aku jatuh, kau adalah penyemangatku.
Ibu, kasih yang telah kau berikan layaknya sinar matahari yang bersinar dan layaknya bulan yang terang di malam hari.
Ibu, Aku selalu sayang kepadamu.
Malam tiba dan aku pun masih berkutat dengan pekerjaan. Entah mengapa ketika ku jauh dari rumah, aku selalu ingat tentang ibu. Tentang kasih sayang dan nasehatnya.
Wanita yang mulia dalam hidup ini adalah ibu…..
Ibu, entah apa yang dapat aku lakukan untuk membalas semuanya. Ingin aku selalu ada untukmu. Ibu, aku anakmu yang selalu ingat kepadamu, kapan pun dan dimana pun.
Ibu, saat aku kecil kau selalu ada untukku. Ketika aku sedih, kau selalu menghibur. Ketika aku jatuh, kau adalah penyemangatku.
Ibu, kasih yang telah kau berikan layaknya sinar matahari yang bersinar dan layaknya bulan yang terang di malam hari.
Ibu, Aku selalu sayang kepadamu.
Saturday, 29 May 2010
Tuesday, 27 April 2010
Bahagia....
Sulit untuk didefinisikan arti dari bahagia. Mengapa? Karena tidak semua orang bahagia dan belum tentu dengan kondisi yang sebenarnya baik menurut orang lain, seseorang itu sudah merasakan bahagia. Sebagai contoh, seorang yang bekerja dengan penghasilan yang tinggi belum tentu bahagia, seorang yang cukup secara materi belum tentu bahagia, seseorang yang memiliki pasangan yang cantik atau tampan terkadang belum tentu bahagia. Lantas bahagia itu seperti apa? Bahagia merupakan sebuah kondisi dimana seseorang merasa sudah terasa tercukupi dan merasa bahwa hidup ini adalah sesuatu yang harus disyukuri.
Lalu banyak orang bertanya, “Dimana aku harus mencari kebahagiaan?”. Sebenarnya bukan dimana bahagia itu ada tapi kita sendirilah yang harus mencari kebahagiaan itu karena dengan mencari kebahagiaan kita sendiri maka kita akan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapatkan.
Apakah bahagia itu butuh pengorbanan? Tidak, karena untuk mencapai bahagia kita hanya dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan pilihan itu kadang membuat kita merasakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan kita harus berkorban.
Sulit untuk bisa mendapatkan makna sebenarnya, karena banyak orang yang hidup sederhana dan merasa bahagia tapi banyak orang yang sudah berkecukupan namun tidak merasa bahagia.
Sebenarnya dalam hidup ini banyak sekali orang yang berkorban bukan untuk kebahagiannya namun berkorban demi kebahagiaan orang lain. Berkorban demi orang yang dicintai atau berkorban demi sebuah kondisi dimana tidak ada pilihan. Kondisi ini lebih kepada situasi dimana kita memiliki pasangan. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mampu memberikan kebahagiaan kepada pasangan kita? Atau kita hanya baru sebatas melakukan kewajiban kita tanpa kita tahu bahwa apakah pasangan kita bahagia atau tidak?
Yang sangat ironis dalam hidup ini adalah ketika seseorang tidak mampu membahagiakan orang yang dicintainya namun merasa sudah memberikan yang terbaik dalam hidup ini…….semoga kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang semu.
Lalu banyak orang bertanya, “Dimana aku harus mencari kebahagiaan?”. Sebenarnya bukan dimana bahagia itu ada tapi kita sendirilah yang harus mencari kebahagiaan itu karena dengan mencari kebahagiaan kita sendiri maka kita akan bertanggung jawab dengan apa yang kita dapatkan.
Apakah bahagia itu butuh pengorbanan? Tidak, karena untuk mencapai bahagia kita hanya dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan pilihan itu kadang membuat kita merasakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan kita harus berkorban.
Sulit untuk bisa mendapatkan makna sebenarnya, karena banyak orang yang hidup sederhana dan merasa bahagia tapi banyak orang yang sudah berkecukupan namun tidak merasa bahagia.
Sebenarnya dalam hidup ini banyak sekali orang yang berkorban bukan untuk kebahagiannya namun berkorban demi kebahagiaan orang lain. Berkorban demi orang yang dicintai atau berkorban demi sebuah kondisi dimana tidak ada pilihan. Kondisi ini lebih kepada situasi dimana kita memiliki pasangan. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mampu memberikan kebahagiaan kepada pasangan kita? Atau kita hanya baru sebatas melakukan kewajiban kita tanpa kita tahu bahwa apakah pasangan kita bahagia atau tidak?
Yang sangat ironis dalam hidup ini adalah ketika seseorang tidak mampu membahagiakan orang yang dicintainya namun merasa sudah memberikan yang terbaik dalam hidup ini…….semoga kebahagiaan itu bukanlah kebahagiaan yang semu.
Tuesday, 13 April 2010
Pernikahan
Saat aku selesai membeli pepes belut dan seketika ayahku bercerita tentang hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Ayahku menjelaskan bahwa pernikahan itu sesuatu yang indah namun terkadang pernikahan yang berakhir dengan perceraian tidak selalu karena kesalahan istri atau pasangan kita namun lebih utama kepada diri kita sebagai seorang imam dalam sebuah keluarga.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
Apakah ketika kita menjadi suami sudah menjalankan kewajiban kita sepenuhnya terhadap istri kita? Apakah kita sudah bisa bersikap adil antara keluarga kita dengan keluarga istri kita? Apakah kita sudah menjadi suami yang baik dengan selalu memberikan perhatian kita kepada istri kita? Jika kita belum bisa memberikan yang terbaik wajar saja jika istri kita terkadang mengeluh. Keluhan istri bukanlah karena istri tidak pengertian walaupun masih ada yang memang benar-benar tidak pengertian terhadap suami.
Inilah sebuah nasihat Ayah kepada anak lakinya dan Ayahku sudah 24 Tahun bersama dengan Ibuku. Waktu yang sangat panjang dan penuh dengan dinamika. Jika aku lihat, semua ini karena Ayah sangat sederhana mencintai Ibuku yaitu dengan selalu menerima Ibuku lahir dan batin.
Sunday, 14 March 2010
Doa Seorang Ibu Penjual Nasi
Sore yang gelap ketika hujan akan turun dan aku pun masih fokus untuk mengerjakan semua perbandingan data antara dua mesin server di sebuah gedung di Kebon Sirih. Saat sore tiba dan aku pun belum makan sejak pagi benar-benar membuatku lapar dan lemas hingga ketika semua sudah selesai, kulangkahkan kakiku keluar gedung menuju suatu tempat dimana aku biasa makan bersama klienku ini.
BaRel atau Bawah Rel adalah tempat dimana aku makan ketika aku sedang melakukan pekerjaan di sebuah gedung di Kebon Sirih. "Ibu, nasi warasnya satu ya", pesanku kepada ibu penjual nasi. Aku biasa makan diwarung ibu penjual nasi waras (sebutanku sebagai pengganti nama sebuah makanan yaitu nasi gila). Tidak terasa aku sering makan ditempat ini hingga akhirnya ibu penjual nasi ini kenal denganku padahal aku bukanlah karyawan disekitar wilayah tersebut, namun intensitasku untuk ke tempat tersebut cukup sering karena pekerjaanku yang mengharuskan aku berkunjung ke kebon sirih :)
Sungguh nikmat makan di saat lapar, hingga ketika selesai aku masih meminum sedikit demi sedikit teh manis yang sangat panas. Baru 2 teguk aku minum dan ketika itu aku menerima telepon dan harus kembali ke kantor. Berikut ini adalah pembicaraanku dengan sang ibu penjual nasi sebelum aku pergi :
Aku : Ibu, berapa semuanya?
Ibu : Sepuluh ribu saja..loch kok kenapa teh manisnya tidak dihabiskan?gak enak ya?
Aku : Enak kok bu (dengan sangat yakin aku menjawab). :D
Ibu : Terus kenapa tidak habis?
Aku : Maaf ibu, aku buru-buru..Aku baru saja terima telepon dan harus segera pergi.
Ibu : Ya sudah, ibu bungkuskan teh manisnya ya?masih banyak loch, kamu kan cari uang gak mudah masa sekarang kamu buang begitu saja?Ibu tahu kamu pasti kerja keras untuk mencari uang.
Aku : iya bu, bolehlah dibungkuskan. Aku juga masih mau meminumnya namun aku buru-buru.
Ibu : Iya sudah sekarang akan ibu bungkus nanti kamu minum ya di kantor.
Aku : Iya bu pastilah, apalagi tadi ibu memberikan nasihat yang luar biasa untuk saya
Ibu : Ini sudah ibu bungkuskan teh manismu.
Aku : Ibu, terima kasih yach.
Ibu : Iya sama-sama, ibu cuma bisa berdoa semoga kamu bisa menjadi bos dan orang yang sukses.
Aku : Amin Ya Allah...Terima Kasih.(Aku pergi meninggalkan ibu tersebut dan ibu tersebut hanya tersenyum)
Sore itu aku benar-benar merasakan ketulusan doa seseorang untukku, aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT bahwa aku diberikan kesempatan untuk kehidupan di dunia yang singkat dan indah ini.
Semoga doa ibu penjual nasi tersebut dikabulkan oleh Allah SWT..Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta Beserta Isinya ini... :)
BaRel atau Bawah Rel adalah tempat dimana aku makan ketika aku sedang melakukan pekerjaan di sebuah gedung di Kebon Sirih. "Ibu, nasi warasnya satu ya", pesanku kepada ibu penjual nasi. Aku biasa makan diwarung ibu penjual nasi waras (sebutanku sebagai pengganti nama sebuah makanan yaitu nasi gila). Tidak terasa aku sering makan ditempat ini hingga akhirnya ibu penjual nasi ini kenal denganku padahal aku bukanlah karyawan disekitar wilayah tersebut, namun intensitasku untuk ke tempat tersebut cukup sering karena pekerjaanku yang mengharuskan aku berkunjung ke kebon sirih :)
Sungguh nikmat makan di saat lapar, hingga ketika selesai aku masih meminum sedikit demi sedikit teh manis yang sangat panas. Baru 2 teguk aku minum dan ketika itu aku menerima telepon dan harus kembali ke kantor. Berikut ini adalah pembicaraanku dengan sang ibu penjual nasi sebelum aku pergi :
Aku : Ibu, berapa semuanya?
Ibu : Sepuluh ribu saja..loch kok kenapa teh manisnya tidak dihabiskan?gak enak ya?
Aku : Enak kok bu (dengan sangat yakin aku menjawab). :D
Ibu : Terus kenapa tidak habis?
Aku : Maaf ibu, aku buru-buru..Aku baru saja terima telepon dan harus segera pergi.
Ibu : Ya sudah, ibu bungkuskan teh manisnya ya?masih banyak loch, kamu kan cari uang gak mudah masa sekarang kamu buang begitu saja?Ibu tahu kamu pasti kerja keras untuk mencari uang.
Aku : iya bu, bolehlah dibungkuskan. Aku juga masih mau meminumnya namun aku buru-buru.
Ibu : Iya sudah sekarang akan ibu bungkus nanti kamu minum ya di kantor.
Aku : Iya bu pastilah, apalagi tadi ibu memberikan nasihat yang luar biasa untuk saya
Ibu : Ini sudah ibu bungkuskan teh manismu.
Aku : Ibu, terima kasih yach.
Ibu : Iya sama-sama, ibu cuma bisa berdoa semoga kamu bisa menjadi bos dan orang yang sukses.
Aku : Amin Ya Allah...Terima Kasih.(Aku pergi meninggalkan ibu tersebut dan ibu tersebut hanya tersenyum)
Sore itu aku benar-benar merasakan ketulusan doa seseorang untukku, aku benar-benar bersyukur kepada Allah SWT bahwa aku diberikan kesempatan untuk kehidupan di dunia yang singkat dan indah ini.
Semoga doa ibu penjual nasi tersebut dikabulkan oleh Allah SWT..Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta Beserta Isinya ini... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)